Air Mata dan Pelukan Singkat di Lapas Banjarbaru, Momen Lebaran Jadi Obat Rindu Keluarga

Hal serupa dirasakan Ratnawati, warga Liang Anggang, yang datang dengan membawa nasi kuning kesukaan suaminya. Kehadirannya bukan hanya untuk bertemu, tetapi juga menghadirkan sedikit rasa rumah di balik jeruji.

Ia mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya membesuk di momen Lebaran. Meski waktu pertemuan terbatas, ia tetap bersyukur bisa bertatap muka langsung.

“Alhamdulillah cukup saja. Nanti hari lain bisa lagi. InsyaAllah minggu depan ke sini lagi,” ucapnya.

Namun, di balik rasa syukur itu, terselip harapan sederhana. Ia berharap ke depan waktu kunjungan bisa lebih panjang, terutama di hari raya.

“Hendaknya bisa sedikit lebih lama waktu besuknya, apalagi saat Lebaran,” pungkasnya.

Di balik tembok tinggi Lapas Banjarbaru, Lebaran tetap menghadirkan makna yang sama: kebersamaan, harapan, dan rindu yang akhirnya terobati, meski hanya sejenak.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur_muhammad