Panduan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H Dalam Bahasa Arab dan Latin

WARTABANJAR.COM – Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada esok, Sabtu, 21 Maret 2026. Kaum muslimin sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri atau shalat ‘Id secara berjamaah sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sholat Idul Fitri termasuk ibadah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Syekh Abu Syuja’ al-Asfihani (wafat 593 H) dalam kitabnya menjelaskan tata cara dasar pelaksanaan shalat ‘Id sebagai berikut:

وَصَلَاةُ الْعِيدَيْنِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ، وَهِيَ رَكْعَتَانِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى سَبْعًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ، وَفِي الثَّانِيَةِ خَمْسًا سِوَى تَكْبِيرَةِ الْقِيَامِ، وَيَخْطُبُ بَعْدَهَا خُطْبَتَيْنِ، يُكَبِّرُ فِي الْأُولَى تِسْعًا، وَفِي الثَّانِيَةِ سَبْعًا

“Shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Shalat ini terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama, dilakukan tujuh kali takbir selain takbiratul ihram, dan pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir selain takbir bangkit berdiri. Setelah itu, disampaikan dua khutbah. Pada khutbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir, dan pada khutbah kedua dengan tujuh kali takbir.” (Matan al-Ghayah wa at-Taqrib [Beirut: Alam al-Kutub], vol. 1, h. 12)

Pelaksanaan sholat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit setinggi satu tombak, yaitu sekitar 15–20 menit setelah terbitnya matahari (sekitar pukul 06.00–07.00 waktu setempat), hingga masuk waktu Dzuhur.

Di Indonesia, umumnya shalat ‘Id dilaksanakan antara pukul 06.15 hingga 06.30 WIB.

Pada dasarnya, tata cara shalat ‘Id mirip dengan shalat biasa namun memiliki kekhususan berupa tambahan takbir pada setiap awal rakaat.

Agar pelaksanaannya lebih mudah dipahami, berikut urutan tata cara shalat Idul Fitri secara lengkap:

1. Niat

Salah satu rukun dalam shalat adalah niat. Oleh karena itu, ketika hendak melaksanakan shalat ‘Id, seseorang perlu menghadirkan niat di dalam hati. Adapun melafazkannya dengan lisan hanya bertujuan untuk membantu memantapkan niat tersebut.

Berikut ini lafaz niat shalat ‘Id pada Hari Raya Idul Fitri, baik sebagai imam maupun makmum:

Niat sebagai imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan. Pada saat yang sama, niat dihadirkan dalam hati sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Jadi, langkah pertama (niat) dan kedua (takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan) dilaksanakan secara bersamaan.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah melaksanakan takbiratul ihram, tahap selanjutnya adalah membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat biasa, yang mana hukumnya adalah sunnah.

Berikut lafaz doa Iftitah:

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.

Artinya: “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.”

4. Takbir Tujuh Kali pada Rakaat Pertama

Usai takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, langkah berikutnya adalah mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan.

Setiap selesai satu takbir, dianjurkan membaca dzikir. Mayoritas ulama mengatakan bahwa lafaz dzikir yang dibaca adalah sebagaimana berikut: