WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Jalur mudik di wilayah Kintap hingga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, masuk dalam radar merah potensi bencana hidrometeorologi menjelang libur Lebaran 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Laut pun meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan personel di sejumlah titik rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, mengungkapkan bahwa potensi banjir bandang dan pergerakan tanah mengintai jalur mudik serta kawasan wisata, terutama saat curah hujan tinggi terjadi secara terus-menerus.

Wilayah Kecamatan Kintap menjadi salah satu zona yang harus diwaspadai, khususnya di daerah Salaman dan Riam Adungan yang berpotensi terdampak bencana.

“Jika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung terus-menerus, wilayah Kintap seperti Salaman dan Riam Adungan rawan terjadi banjir bandang maupun pergerakan tanah,” tegas Aspi, Rabu (18/3/2026).

Selain itu, jalur di Desa Untung Besar, Kecamatan Pelaihari, yang memiliki riwayat longsor juga kembali menjadi perhatian serius. Sejumlah jalur alternatif seperti Sungai Pinang, Banyu Irang, hingga Kait-Kait turut masuk dalam daftar kawasan rawan.

Menurut Aspi, hujan berkepanjangan berpotensi memicu luapan air dari kawasan pegunungan dengan debit besar yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Tanah Laut telah menyiapkan personel siaga di berbagai titik strategis, termasuk kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran.

Penempatan personel dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama pihak kepolisian dalam Operasi Lilin serta Dinas Pariwisata.

“Kami menyiapkan personel yang standby di posko, baik di posko Operasi Lilin maupun posko pariwisata. Di Batakan ada dua titik, sementara di Takisung disesuaikan dengan posko yang tersedia,” jelasnya.

Langkah serupa juga diterapkan di sejumlah objek wisata lainnya dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan fasilitas posko yang ada.

Sementara itu, wilayah Kurau dan Bumi Makmur relatif aman, namun tetap diantisipasi terhadap potensi banjir rob, terutama jika terjadi hujan lebat yang bersamaan dengan pasang air laut.