Sebagai langkah penanganan, tim medis telah melakukan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta tindakan transplantasi membran amnion guna membantu proses penyembuhan.
Saat ini, Andrie dirawat di ruang High Care Unit (HCU) untuk mendapatkan pemantauan intensif dari tim medis multidisiplin, termasuk dokter spesialis mata dan bedah rekonstruksi.
Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil.
Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan akan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan penanganan kasus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai arahan pemerintah pusat.
“Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan diproses hingga tuntas,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menekankan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







