WARTABANJAR.COM – Fenomena langka sekaligus menyeramkan terjadi di pantai Cabo San Lucas, Meksiko. Dua ekor ikan laut dalam yang dikenal sebagai “ikan kiamat” tiba-tiba muncul dan terdampar di pesisir, memicu kepanikan serta spekulasi di jagat maya.

Peristiwa ini pertama kali direkam oleh seorang pengunjung pantai, Monica Pittenger, yang kemudian mengunggah videonya melalui akun Instagram bersama komunitas We Love Animals pada 4 Maret 2026.

Dalam video tersebut terlihat dua ikan panjang menyerupai pita berkilau tergeletak di tepi pantai. Salah satunya tampak berjuang keras di luar air, sementara yang lain terdampar di antara ombak dan pasir.

Makhluk laut misterius itu diketahui merupakan oarfish, spesies ikan laut dalam yang sangat jarang terlihat manusia.

Makhluk Laut Dalam yang Misterius

Oarfish biasanya hidup di kedalaman sekitar 1.000 meter di bawah permukaan laut. Karena habitatnya yang sangat dalam, kemunculan ikan ini di permukaan laut atau di pantai dianggap sebagai kejadian yang sangat tidak biasa.

Ikan ini juga dikenal memiliki ukuran luar biasa. Dalam kondisi dewasa, oarfish dapat tumbuh hingga 9 meter panjangnya, menjadikannya salah satu ikan bertulang terpanjang di dunia.

Namun yang membuat penampakan ini semakin mengerikan adalah reputasinya dalam berbagai legenda.

Dijuluki “Ikan Pertanda Kiamat”

Dalam cerita rakyat di Jepang, oarfish dikenal sebagai “utusan dari dewa laut” yang muncul sebagai peringatan akan datangnya bencana besar seperti gempa bumi atau tsunami.

Karena itulah, ikan ini sering dijuluki “doomsday fish” atau ikan kiamat.

Kemunculan dua oarfish sekaligus di lokasi yang sama langsung memicu spekulasi di media sosial. Banyak netizen mengaitkan fenomena tersebut dengan kemungkinan perubahan besar di dasar laut.

Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut fenomena ini sebagai “sinyal alam yang mengerikan”.

Ilmuwan: Belum Ada Bukti Ilmiah

Meski legenda mengenai ikan ini sangat populer, para ilmuwan menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan kemunculan oarfish dengan bencana alam.