Dari berbagai penjelasan para ulama di atas, dapat dipahami bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar bukanlah tanpa tujuan.
Di balik kerahasiaan tersebut terdapat hikmah yang sangat dalam. Allah SWT menghendaki agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam tertentu, tetapi bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan berbagai bentuk ketaatan.
Kerahasiaan ini juga menjadi bentuk pendidikan spiritual bagi seorang mukmin agar selalu menjaga kesungguhan dalam beribadah, tidak merasa cukup dengan amal yang sedikit, serta terus berharap akan rahmat dan ampunan Allah. (Wartabanjar.com/MUI)
Editor Restu







