WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih menyiapkan skenario antisipasi krisis energi, termasuk opsi penerapan Work From Home (WFH) dan pengurangan hari kerja. Langkah ini ditujukan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jika terjadi gejolak harga energi global.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3), Prabowo menegaskan bahwa kenaikan harga energi di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga BBM di Indonesia. Dampak lanjutan yang dikhawatirkan adalah naiknya harga pangan.
Presiden menekankan bahwa meski ketahanan pangan sudah relatif aman, pemerintah tetap perlu menyiapkan strategi efisiensi energi. Ia mencontohkan kebijakan Pakistan yang menerapkan WFH 50 persen, memotong hari kerja menjadi empat hari, hingga mengurangi penggunaan kendaraan dinas.
Prabowo juga mengingatkan pengalaman pandemi COVID-19, di mana pola kerja dari rumah terbukti mampu mengurangi mobilitas, kemacetan, dan konsumsi energi secara signifikan.
Pemerintah akan membahas lebih lanjut opsi-opsi efisiensi bersama para menteri dan kepala lembaga. Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lengah dan harus siap menghadapi kemungkinan terburuk dari krisis global. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







