Bupati Samsul Rizal Buka Lomba Bagarakan Sahur 2026, Tradisi Ramadhan Bergema di Taman Dwi Warna Barabai
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah resmi memulai gelaran Lomba Bagarakan Sahur 2026 di Taman Dwi Warna Barabai, Rabu (11/3/2026) malam.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya melestarikan tradisi budaya Ramadhan sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda di Bumi Murakata.
Suasana malam Ramadan di pusat Kota Barabai terasa semarak. Ratusan warga memadati kawasan taman untuk menyaksikan penampilan para peserta yang menghadirkan tabuhan alat musik tradisional dengan aransemen kreatif khas bagarakan sahur.
Baca Juga Malam ke-23 Ramadhan, ini 6 Ciri Malam Lailatul Qadar
Sebanyak 18 grup dari berbagai kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ikut ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut. Mereka menampilkan kolaborasi perkusi tradisional, kostum menarik, hingga koreografi yang mengundang decak kagum para penonton.
Bupati Samsul Rizal yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam melestarikan tradisi daerah.
“Terima kasih kepada Disporabudparekraf dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan ini sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Menurut Bupati, bagarakan sahur bukan sekadar tradisi membangunkan warga untuk makan sahur, tetapi telah berkembang menjadi identitas budaya masyarakat Hulu Sungai Tengah yang memiliki nilai kebersamaan dan kreativitas.
“Bagarakan sahur bukan hanya tradisi membangunkan orang untuk sahur, tetapi juga menjadi media silaturahmi dan sarana kreativitas bagi generasi muda,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Hal tersebut menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk menjaga tradisi masih sangat kuat.
“Keikutsertaan peserta dari seluruh HST menunjukkan semangat menjaga tradisi masih sangat kuat di tengah masyarakat kita,” tambahnya.
Bupati Samsul Rizal juga berpesan agar seluruh peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” pesannya.