“Begini kita luruskan, berdasarkan hasil rakor kemarin yang dimaksud adalah sementara tidak menggunakan telur ayam. Hal itu karena konsumsi telur ayam meningkat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri yang berpotensi menyebabkan inflasi,” jelas Sadilah saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Sebagai alternatif, pihak penyelenggara MBG tetap diperbolehkan menggunakan sumber protein hewani lain, termasuk telur bebek, telur puyuh, maupun bahan pangan lain yang setara nilai gizinya.
“Karena itu disarankan mencari pengganti selain telur ayam, misalnya telur bebek, telur puyuh, atau sumber protein hewani lainnya,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan SPPG pada 26 Februari 2026, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah Gusti Rosyadi Elmi menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan menu MBG tidak diperkenankan menggunakan telur sebagai lauk utama.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan di masyarakat sekaligus mendorong variasi menu yang tetap bergizi bagi para penerima manfaat program.
Dengan adanya penjelasan tersebut, penggunaan telur dalam program MBG di HST tetap diperbolehkan selama bukan telur ayam dan masih memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







