WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pemerintah memantau pemulangan jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi akibat penjadwalan ulang penerbangan selama eskalasi geopolitik.
Kementerian Haji dan Umrah berkoordinasi dengan maskapai serta penyelenggara perjalanan untuk memastikan proses kepulangan berlangsung aman bagi jemaah.
Para petugas lapangan dipimpin Staf Teknis Urusan Haji Jeddah M. Ilham Effendy memantau situasi dan komunikasi pihak terkait.
Ilham menyebut tim terus berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan agar jadwal penerbangan jemaah dapat terpenuhi sesuai rencana.
Para jemaah dari PT BMA tercatat berjumlah tujuh belas orang dan menunggu penjadwalan ulang penerbangan pada sepuluh Maret.
Saat ini seluruh jemaah PT BMA tersebut berada di Makkah sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan pengganti dari maskapai.

Sebanyak enam puluh tujuh jemaah dari PT RLW juga menunggu penerbangan ulang menuju Indonesia sementara sebagian sudah pulang.
Sebagian jemaah PT RLW telah kembali ke Indonesia menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia sejak Senin sembilan Maret.
Lima jemaah umrah mandiri terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai kini difasilitasi komunikasi pengurusan refund tiket oleh maskapai terkait.
Maskapai menjadwalkan keberangkatan pengganti menggunakan Saudia Airlines pada lima belas Maret 2026 setelah proses koordinasi KJRI Jeddah selesai. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)







