Korban Bertambah! 7 Tentara AS Tewas dalam Serangan Iran, Timur Tengah Kian Memanas
WARTABANJAR.COM – Konflik di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah militer Amerika Serikat melaporkan adanya tambahan korban dari pihak tentaranya akibat serangan Iran.
United States Central Command (CENTCOM) mengumumkan seorang tentara Amerika Serikat meninggal dunia setelah mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan Iran pada awal Maret lalu.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Senin (9/3/2026), militer AS menyebut korban meninggal pada Sabtu (7/3) malam waktu setempat.
Tentara tersebut sebelumnya mengalami luka saat gelombang serangan awal Iran terhadap berbagai target di kawasan Timur Tengah pada 1 Maret 2026.
Pihak militer belum mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai kronologi serangan tersebut. Identitas korban juga masih dirahasiakan hingga pemberitahuan resmi kepada pihak keluarga selesai dilakukan.
Dengan tambahan korban terbaru ini, total tentara Amerika Serikat yang tewas akibat rangkaian serangan Iran kini mencapai tujuh orang.
Enam tentara lainnya sebelumnya dilaporkan tewas setelah serangan Iran menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.
Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran melalui peluncuran drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (7/3) turut menghadiri seremoni pemulangan jenazah enam tentara AS yang sebelumnya tewas dalam konflik tersebut.
Seremoni pemulangan jenazah digelar di pangkalan militer AS di Delaware sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para prajurit yang gugur.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad