Meski demikian, Dinas Kesehatan Banjarbaru tetap melakukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
”Salah satunya dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan campak,” ucapnya.
Selain itu, dr. Juhai juga menganjurkan pasien yang terinfeksi untuk melakukan isolasi sementara agar tidak menularkan kepada orang lain.
“Kalau ada yang terkena campak sebaiknya tidak beraktivitas di luar, termasuk tidak masuk sekolah selama kurang lebih dua minggu agar tidak terjadi penularan lebih luas,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu







