Langkah Banjarbaru Tangani Stunting, Dimulai dari Calon Pengantin Hingga Balita

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru berkomitmen dalam menekan angka stunting melalui langkah-langkah intervensi yang menyeluruh

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemko Banjarbaru kini memperluas jangkauan program pencegahan stunting dari tahap pra-nikah hingga balita berusia lima tahun.

Plt. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjarbaru, Maulidah, menyampaikan upaya tersebut mencakup pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan integratif bagi calon pengantin (catin) perempuan, serta pemantauan rutin terhadap ibu hamil dan bayi baru lahir.

Baca Juga Gempa Bumi Magnitudo 2,3 Guncang Tanah Bumbu

“Intervensi kita mulai dari hulu ke hilir. Dari catin, ibu hamil, bayi baru lahir hingga balita semua mendapat pemantauan tumbuh kembang secara menyeluruh,” ucap saat ditemui, Minggu (19/10/2025) sore.

Maukidah menjelaskan, pemeriksaan untuk ibu hamil dilakukan minimal empat kali, baik oleh dokter maupun bidan. Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan menjalani pemeriksaan USG dua kali selama masa kehamilan untuk memastikan kondisi janin tetap sehat.

Setelah proses persalinan, bayi baru lahir akan menjalani serangkaian pemeriksaan penting, mulai dari skrining penyakit jantung bawaan hingga Skrining Hipotiroid Kongenita (SHK).

“Kita pastikan bayi hingga usia lima tahun terpantau dengan baik agar tidak ada yang luput dari perhatian tenaga kesehatan,” ujarnya.

Maulidah menekankan pentingnya masa golden age bagi tumbuh kembang anak. “Orang tua harus benar-benar memanfaatkan masa emas ini, karena setiap fase pertumbuhan sangat menentukan masa depan anak,” tambahnya.