WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) resmi menolak banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait sanksi terhadap tujuh pemain Timnas Malaysia dalam kasus naturalisasi ilegal.

Keputusan tersebut memperkuat hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA setelah ditemukan pelanggaran dalam proses administrasi naturalisasi para pemain tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi, sejumlah dokumen terkait asal-usul pemain diduga dipalsukan agar mereka memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Malaysia.

Ketujuh pemain tersebut bahkan sempat tampil dalam beberapa pertandingan resmi dan telah mengoleksi caps bersama tim nasional sebelum kasus ini terungkap.

FAM sebelumnya telah mengajukan banding kepada FIFA, namun upaya tersebut ditolak. Federasi kemudian membawa kasus ini ke CAS sebagai langkah hukum terakhir, tetapi putusan tetap tidak berubah.

Panel CAS menegaskan bahwa Malaysia telah menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat kelayakan, sebagaimana diatur dalam Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.

Skorsing 12 Bulan dan Denda Tetap Berlaku

Dalam putusannya, CAS memastikan hukuman terhadap tujuh pemain tersebut tetap diberlakukan, yakni larangan bermain selama 12 bulan dalam pertandingan resmi.

“Setelah mempertimbangkan seluruh bukti, Panel CAS menyimpulkan bahwa pelanggaran berupa pemalsuan dokumen kelayakan pemain telah terbukti,” demikian bunyi keputusan CAS.

Panel juga menilai bahwa sanksi skorsing selama satu tahun merupakan hukuman yang wajar dan proporsional, mengingat keterlibatan para pemain dalam kasus tersebut.

Selain skorsing pemain, FAM juga tetap dijatuhi sanksi denda sebesar CHF350.000 atau sekitar Rp7,5 miliar.

CAS menilai sanksi finansial tersebut sebanding dengan pelanggaran yang terjadi.

“Panel CAS menilai denda sebesar CHF350.000 yang dikenakan kepada FAM merupakan sanksi yang wajar dan proporsional,” lanjut pernyataan tersebut.

Pemain Masih Diizinkan Berlatih

Meski tidak dapat tampil dalam pertandingan resmi selama masa hukuman, ketujuh pemain tersebut masih diperbolehkan menjalani aktivitas latihan bersama klub masing-masing.

Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 22 FIFA Disciplinary Code, yang menyatakan larangan hanya berlaku untuk pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola.