VIRAL! Balita Telantar di Jeneponto Diselamatkan Warga, Ibu Kandung Justru Marahi Penolong
WARTABANJAR.COM, JENEPONTO – Aksi sigap seorang warga menyelamatkan balita yang ditemukan sendirian di Jalan Poros Tanetea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berakhir dengan pengalaman pahit. Bukannya mendapat ucapan terima kasih, sang penolong justru dimarahi oleh ibu kandung anak tersebut saat berada di kantor polisi.
Peristiwa itu terjadi pada sore hari kemarin. Seorang saksi mata melihat balita berjalan seorang diri di tepi jalan raya yang ramai kendaraan. Anak tersebut tampak kebingungan sambil membawa tas. Khawatir terjadi kecelakaan, saksi segera menghampiri dan mengamankannya.
Dikutip dari akun @unikinfold, warga sekitar yang berdatangan kemudian memeriksa isi tas yang dibawa balita tersebut. Di dalamnya terdapat popok dan beberapa pasang pakaian. Namun, tidak ada satu pun warga yang mengenali identitas anak itu.
Kepala Dusun setempat akhirnya turun tangan dan membawa balita tersebut ke Polsek terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Sempat Diasuh Sementara Demi Kenyamanan Anak
Di kantor polisi, petugas sempat meminta saksi membawa balita itu ke rumahnya untuk sementara waktu agar anak tetap merasa nyaman. Identitas dan nomor kontak saksi telah dicatat sebagai bentuk tanggung jawab.
Tak lama berselang, polisi menghubungi saksi karena pihak keluarga anak telah datang ke Polsek. Saksi pun segera kembali mengantar balita tersebut.
Penolong Justru Dimarahi
Namun suasana haru karena anak ditemukan selamat berubah menjadi ketegangan. Saksi mengaku langsung ditunjuk-tunjuk dan dimarahi oleh ibu kandung balita tersebut, bahkan sebelum sempat menjelaskan kronologi penyelamatan.
Reaksi emosional itu dinilai kontras dengan tindakan warga yang telah berupaya menjaga keselamatan sang anak dari risiko kecelakaan di jalan raya. Padahal, tanpa kepedulian warga, situasi bisa saja berujung lebih buruk.
Meski mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, saksi memilih tetap bersyukur karena balita tersebut akhirnya kembali ke keluarganya dalam keadaan selamat.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang dua hal: pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak, serta menghargai kepedulian masyarakat yang telah membantu di saat darurat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)