BMKG sendiri akan melakukan pengamatan di 36 lokasi di seluruh Indonesia menggunakan teropong canggih. Masyarakat yang tidak bisa keluar rumah tetap dapat menyaksikan fenomena ini melalui siaran langsung (live streaming) di kanal resmi Info BMKG.
Fachri menegaskan bahwa Gerhana Bulan Total adalah fenomena alamiah murni. Secara ilmiah, dampak yang nyata hanya terjadi pada kondisi pasang surut air laut, di mana permukaan air laut akan menjadi lebih tinggi karena gaya gravitasi bulan.
Masyarakat diharapkan tidak mempercayai mitos-mitos yang tidak berdasar, seperti: Bulan dimakan raksasa, Larangan bagi ibu hamil untuk keluar rumah, dan mandi saat gerhana untuk menambah aura kecantikan.
“Mengingat fenomena ini terjadi di bulan Ramadan dan merupakan tanda kebesaran Sang Pencipta, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan Salat Gerhana setelah melihat fenomena tersebut,” ungkap Fachri.
Jangan lewatkan momen langka ini. Pastikan Anda memantau cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG agar pengamatan tidak terhalang oleh awan mendung. (Wartabanjar.com/Info BMKG)
Editor Restu






