Suhaimi menyampaikan, tantangan terbesar dalam proses transformasi bukan hanya pada sistem, tetapi juga perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur.
“Perubahan mindset dan budaya kerja memerlukan kesabaran. Resistensi dalam setiap tahapan pasti ada, namun itu harus dikelola dengan baik agar transformasi menuju pelayanan yang lebih profesional dapat terwujud,” ungkapnya.
BACA JUGA: HEBOH! Sosok Diduga Kuyang Terbang di Langit Malam Pal 21 Banjarbaru
Ia menambahkan, Kantah Banjarbaru menargetkan seluruh bidang tanah di Kota Banjarbaru telah bersertipikat dan tidak ada lagi tumpang tindih sertipikat.
”Selain itu, seluruh layanan diarahkan berbasis elektronik. Karena melalui digitalisasi diharap mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan, sekaligus mendukung program pemerintah secara optimal di Kota Banjarbaru,” tandasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







