Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kebijakan yang berpihak pada perlindungan dan pemberdayaan perempuan di Tanah Laut.
Suara Anak dan Remaja Jadi Pertimbangan Utama
Tidak hanya melibatkan kelompok perempuan dewasa, forum ini juga menghadirkan Forum Anak Daerah dan Duta Generasi Berencana (Genre). Kehadiran mereka dinilai penting sebagai representasi generasi muda.
Maria menyebut, pandangan dan aspirasi anak serta remaja menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan program kerja ke depan.
“Setiap kebijakan yang dirancang hari ini akan berdampak pada masa depan generasi penerus. Karena itu, suara dan kritik dari anak serta remaja harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Ia menambahkan, partisipasi anak dalam proses perencanaan menjadi salah satu indikator terwujudnya kebijakan yang ramah anak dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda.
Melalui forum ini, DP2KBP3A Tanah Laut menargetkan tercapainya kesepakatan prioritas pembangunan untuk tahun 2026 dan 2027. Beberapa fokus utama yang dibahas meliputi percepatan penurunan angka stunting, penguatan program keluarga berencana, serta perlindungan khusus bagi anak.
Forum Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menyusun Renja 2027 yang inklusif, partisipatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur_muhammad







