WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Pernikahan tidak lagi dipandang sekadar seremoni, tetapi sebagai langkah awal membangun generasi sehat bebas stunting. Hal inilah yang ditekankan dalam pembekalan calon pengantin (catin) di Tanah Laut, Selasa (31/3/2026).

Sebanyak 31 pasangan dari Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Takisung, dan Bajuin mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar oleh TP PKK bersama Dinas P3AP2KB di Aula Rakat Manuntung.

Ketua TP PKK Tanah Laut, Dian Rahmat, menegaskan bahwa kesiapan menikah harus mencakup berbagai aspek, tidak hanya fokus pada acara resepsi.

Ia mengingatkan bahwa pernikahan merupakan komitmen jangka panjang yang menuntut kesiapan fisik, mental, emosional, hingga finansial.

“Kesiapan itu penting, karena pernikahan bukan hanya untuk sesaat, tetapi untuk kehidupan jangka panjang,” ujarnya di hadapan peserta.

Dalam pemaparannya, ia juga menyoroti pentingnya kesehatan calon orang tua sebagai faktor utama dalam mencegah stunting pada anak. Pemahaman gizi, pola hidup sehat, serta keharmonisan rumah tangga menjadi kunci dalam membentuk generasi berkualitas.

Kepala Dinas P3AP2KB Tanah Laut, Maria Ulfah, menambahkan bahwa edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran calon pengantin terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) sebagai sarana pendampingan dan pemantauan kesiapan pasangan.

Selain materi kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi dari tenaga medis Chalid Muammar terkait kesehatan reproduksi, serta pembekalan nilai keagamaan dari Kepala KUA Pelaihari, Muhyidin, tentang membangun keluarga yang harmonis.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap upaya pencegahan stunting dapat dimulai sejak sebelum pernikahan, sehingga lahir generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad