3 Amalan Utama Saat Puasa Ramadhan, Ustadz Adi Hidayat : Tidak Semua Orang Meraih Taqwa
WARTABANJAR.COM - Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan tiga amalan utama saat menjalankan puasa Ramadhan 1447 H.
Dalam tausiahnya, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan umat Islam untuk memahami esensi sebenarnya dari ibadah puasa.
Tidak semua orang yang berpuasa otomatis meraih derajat takwa. Kecuali mereka yang benar-benar menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan.
Baca Juga
Ikuti Sunnah Rasulullah SAW, 7 Makanan Ini Bikin Puasa Lebih Kuat dan Anti Lemas
“Ketika Allah menutup ayat puasa dengan kata la‘allakum tattaqun, seakan memberi pesan bahwa tidak semua orang yang puasa akan naik derajatnya menjadi takwa, kecuali yang serius puasanya,” ujar Ustaz Adi Hidayat dalam tausiahnya.
Rasulullah SAW memberikan tiga amalan saat Ramadhan :
- Meningkatkan Salat Fardu dan Sunnah
Rasulullah SAW bersabda, siapa yang salat dua belas rakaat salat sunnah rawatib setiap hari, maka Allah bangunkan untuknya satu rumah di surga.”
Salat sunnah rawatib ini terdiri dari dua rakaat sebelum subuh, empat rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelah dzuhur, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat setelah isya.
Selain itu, Ustaz Adi juga menyarankan untuk menambah salat-salat sunnah lainnya seperti salat Dhuha, salat Tahajud, hingga Witir.
- Memperbanyak Interaksi dengan Al-Quran
Ramadhan disebut juga Syahrul Quran, bulan diturunkannya Al-Quran. Maka, perbanyaklah interaksi dengan Al-Quran.
Umat Islam agar memiliki target membaca Al-Quran hingga khatam 30 juz selama Ramadhan.
Cara praktisnya, bacalah satu juz per hari dengan membaginya menjadi lima waktu salat. Misalnya, sebelum dan sesudah setiap salat membaca 14 ayat.
- Bersedekah dan Berinfaq
Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan, siapa yang memberi buka puasa bagi orang lain, meski hanya dengan seteguk air, maka ia mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.
Ustaz Adi juga menekankan agar umat Islam menyiapkan anggaran sedekah sejak sebelum Ramadhan.
“Tidak harus uang. Bisa makanan, minuman, atau bantuan apa pun yang bermanfaat bagi orang lain,” katanya. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor Restu