Liga Inggris Berlakukan Jeda Buka Puasa Ramadhan, Pemain Muslim Difasilitasi Berbuka di Tengah Laga
“Ini tidak mudah karena bermain dan berlatih selama Ramadan sama sekali tidak mudah. Tetapi sebelum Ramadan kami berbicara dengan kapten dan pelatih untuk mengubah jadwal latihan ke pagi hari,” ujar Mane.
Menurutnya, keputusan tersebut sangat membantu karena pemain memiliki waktu cukup untuk beristirahat hingga waktu berbuka.
Selain itu, tim ahli gizi klub juga berperan penting dalam menjaga kondisi fisik pemain tetap optimal.
“Tidak mudah, hari pertandingan adalah sesuatu yang berat selama Ramadan. Tapi di Liverpool, mereka mencoba membuat segalanya lebih mudah bagi kami. Kami berbicara dengan ahli gizi sebelum pertandingan dan dia memastikan kami tetap bisa menjalankan ibadah Ramadan,” tambah Mane.
Dukungan Organisasi Keagamaan
Lingkungan yang ramah bagi atlet Muslim di Liga Inggris juga tidak lepas dari kontribusi Muslim Chaplains in Sports (MCS).
Organisasi ini aktif mendampingi klub-klub elite dalam menyelaraskan program latihan dan pertandingan dengan kebutuhan spiritual pemain selama Ramadan.
Kebijakan jeda berbuka puasa di Liga Inggris 2025-2026 menjadi contoh bagaimana olahraga profesional dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan keberagaman.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad