Pasar Murah Pemkab HST Resmi Berakhir, Warga Akui Sangat Terbantu Jelang Ramadhan
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Rangkaian Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjelang Ramadhan 1447 Hijriah resmi berakhir.
Selama pelaksanaannya di sejumlah kecamatan, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memanfaatkan harga subsidi untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Di berbagai titik pelaksanaan, warga memadati lokasi sejak pagi untuk mendapatkan sembako dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasaran. Selisih harga yang cukup jauh menjadi alasan utama antusiasme masyarakat.
Baca Juga Ramadhan 1447 H, Polsek Simpang Empat Razia Tempat Hiburan Malam, 24 Botol Miras Diamankan
Rini, warga Desa Telang, Kecamatan Batang Alai Utara, mengaku sangat terbantu dengan harga telur yang lebih rendah.
“Alhamdulillah sangat membantu masyarakat di sini. Tadi ulun beli telur sekitar Rp24.000 sampai Rp25.000 per kilo, sedangkan di warung bisa Rp30.000 bahkan lebih. Selisihnya lumayan jauh,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Hal senada disampaikan Hj. Siti Aisyah yang berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar.
“Alhamdulillah dengan adanya pasar murah ini bisa membantu warga membeli yang lebih murah, semoga nanti ada lagi,” katanya.
Pasar Murah yang dilaksanakan Dinas Perdagangan HST bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tersebut menyasar Desa Taras Padang, Teluk Mesjid, Tanah Habang, Telang, Abung, serta menjangkau wilayah Labuan Amas Utara, Batu Benawa, Batang Alai Timur, Pandawan hingga Barabai, dengan penutupan di Taman Dwi Warna Barabai.
Berbagai bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya minyak goreng Rp16.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, tepung terigu Rp9.000 per kilogram, telur ayam Rp25.000 per kilogram, gas LPG Rp18.500 per tabung, serta beras SPHP lima kilogram Rp60.000 per sak.
Selain membantu masyarakat mendapatkan sembako murah, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk mempromosikan produknya. Risda Aulia menyebut pasar murah menjadi kesempatan agar produk masyarakat lebih dikenal.
“Kami menjualkan UMKM milik masyarakat agar lebih diminati dan dikenal,” ujarnya.