WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Rukyatul hilal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bersama Kementerian Agama di pesisir Pantai Takisung pada Selasa (17/2/2026) sore berakhir nihil.

Posisi bulan yang masih berada di bawah ufuk secara teknis menggagalkan visualisasi sabit muda sebagai penentu awal puasa.

Pemantauan yang dimulai sejak pukul 17.30 WITA tersebut melibatkan tim ahli falakiyah dan organisasi keagamaan setempat.

Baca Juga Tata Cara Mandi Sunnah Sambut Puasa Ramadhan

Meski pengamatan dilakukan dengan teliti, Sekretaris Daerah Tanah Laut, Ismail Fahmi, mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda keberadaan hilal di cakrawala Pelaihari.

"Alhamdulillah hari ini kami bersama-sama melakukan pengamatan posisi bulan untuk menentukan 1 Ramadhan. Sampai saat ini kami belum melihat posisi hilal yang bisa menjadi dasar penetapan puasa esok hari," jelas Ismail Fahmi usai prosesi pemantauan.

Hasil pemantauan tersebut kemudian dituangkan dalam berita acara resmi untuk dilaporkan ke tingkat pusat sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat nasional.

Berdasarkan data teknis yang dihimpun, kegagalan pemantauan ini bukan tanpa alasan. Secara astronomis, tinggi hilal di wilayah Kalimantan Selatan saat matahari terbenam berada pada posisi -1^{\circ} 12' 13'' (di bawah ufuk) dengan sudut elongasi hanya 1^{\circ} 12' 23''.

Angka ini jauh dari kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi minimal 3^{\circ} dan elongasi 6,4^{\circ} agar hilal dianggap mungkin terlihat (Imkanur Rukyat).

Dengan kondisi minus tersebut, secara teori bulan baru belum lahir pada Selasa malam.

Menindaklanjuti hasil observasi tersebut, Kepala Kantor Kemenag Tanah Laut, HM Khairuddin, memberikan keterangan terbaru mengenai status awal Ramadan setelah melakukan koordinasi berjenjang hingga ke tingkat pusat.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu (18/2/2026), HM Khairuddin melalui Seksi Bimas Islam, Khairi Syaf'ani, menegaskan bahwa keputusan akhir telah ditetapkan melalui Sidang Isbat Kementerian Agama RI.

"Berdasarkan hasil Sidang Isbat Kementerian Agama yang berlangsung pada hari Selasa, 17 Februari 2026, maka 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026," tegas Khairuddin.