Heboh! Data IDF Sebut Ada Pemuda Berkewarganegaraan Indonesia Diduga Jadi Prajurit Israel

WARTABANJAR.COM – Laporan mengenai adanya seorang pemuda asal Indonesia yang disebut bergabung dengan Israel Defense Forces (IDF) menjadi sorotan publik.

Informasi tersebut muncul dari data resmi IDF yang dirilis melalui mekanisme kebebasan informasi (freedom of information) atas permintaan lembaga Hatlazcha. Data itu pertama kali dipublikasikan oleh media investigasi Declassified UK pada 11 Februari.

Laporan tersebut menarik perhatian karena memuat keterlibatan warga dari berbagai negara dalam struktur militer Israel, termasuk dari negara-negara dengan populasi Muslim mayoritas.

Disebut Berusia 20–25 Tahun

Seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @bushcoo, IDF dalam keterangannya menyebut bahwa sejumlah prajuritnya memiliki status kewarganegaraan ganda.

Dalam data tersebut, disebutkan terdapat satu orang berkewarganegaraan Indonesia yang diperkirakan berusia antara 20 hingga 25 tahun, dan telah bergabung dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun terakhir.

Namun, identitas individu tersebut tidak dipublikasikan secara terbuka.

Warga dari Negara Mayoritas Muslim Juga Tercatat

Data yang sama menunjukkan adanya personel militer Israel yang berasal dari setidaknya 15 negara mayoritas Muslim.

Rinciannya antara lain:

Uzbekistan: 264 orang

Turki: 112 orang

Maroko: 72 orang

Iran: 47 orang

Turkmenistan: 31 orang

Tunisia: 15 orang

Yaman: 14 orang