Ia menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan mendalam dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, yang disebutnya sebagai bulan tarbiah, bulan peningkatan kualitas takwa, sekaligus bulan transformasi sosial.
“Ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah madrasah kehidupan. Di dalamnya kita dilatih menahan diri, menguatkan kesabaran, menumbuhkan empati, serta membangun solidaritas sosial,” ujar Amir Hadi, Senin (16/2/2026).
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama serta Nahdlatul Ulama menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyatul hilal untuk menentukan 1 Ramadan. Hasil pemantauan akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat sebagai dasar penetapan resmi.
Berdasarkan agenda, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.05 WIB. Pengumuman hasil biasanya disampaikan sebelum atau mendekati waktu Isya agar masyarakat dapat segera bersiap menjalankan ibadah malam pertama Ramadan.
Penetapan ini penting karena salat Tarawih dilaksanakan setelah Isya. Jika sidang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026, maka Tarawih perdana bisa langsung dilaksanakan pada malam hari yang sama.
Namun, apabila keputusan menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, salat Tarawih pertama akan digelar pada malam 18 Februari. Keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







