Digitalisasi menjadi salah satu penekanan utama dalam Bimtek tersebut. E-Monev dan e-SAKIP dipandang bukan sekadar aplikasi, melainkan platform manajemen kinerja berbasis data real time yang memungkinkan pimpinan daerah memantau capaian program, realisasi anggaran, risiko keterlambatan, serta performa perangkat daerah secara terintegrasi.
Bupati menyampaikan lima arahan strategis, yakni perencanaan berbasis data dan bukti, indikator kinerja yang SMART, penganggaran yang dikaitkan dengan outcome, evaluasi independen yang ditindaklanjuti, serta tanggung jawab kolektif seluruh pimpinan perangkat daerah terhadap hasil kinerja.
Ia mengajak seluruh peserta Bimtek untuk menjadi perencana strategis, manajer kinerja, dan agen transformasi birokrasi. Setelah kegiatan ini, setiap perangkat daerah diminta memperbaiki indikator kinerja, mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran, serta menggunakan e-SAKIP dan e-Monev secara disiplin dengan pendampingan berkelanjutan dari Inspektorat dan Bagian Organisasi.
Bimtek menghadirkan narasumber Direktur Pusat Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Jakarta, Andi Erwing. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Staf Ahli, Asisten, Kepala SKPD, Camat dan Lurah se-Kabupaten Tanah Bumbu, serta para Kasubbag yang menangani pelaporan pada SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang cepat, profesional, adaptif, kolaboratif, dan berbasis data demi mewujudkan pembangunan daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat. (Wartabanjar.com/rei)
Editor: Andi Akbar







