WARTABANJAR.COM, BARABAI – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Polres Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan inspeksi mendadak di Pasar Keramat atau Pasar Agrobisnis Barabai, Senin (16/2/2026).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan harga, ketersediaan, keamanan, dan mutu komoditas pangan tetap terjaga menjelang meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadhan.

Kegiatan melibatkan Tim Satgas Pangan Kabupaten HST yang terdiri dari Satgas Pangan Reskrim Polres HST, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, serta instansi terkait lainnya.

Stok Aman, Harga Relatif Stabil

Tim melakukan pengecekan langsung terhadap stok bahan pokok, kesesuaian harga dengan ketentuan pemerintah, serta distribusi barang di pasar.

Pasar Keramat dipilih karena menjadi salah satu pusat distribusi utama bahan pangan di Kabupaten HST, terutama menjelang periode lonjakan kebutuhan saat Ramadhan.

Dari hasil pemantauan, kondisi pasar terpantau aman dan kondusif. Harga kebutuhan pokok secara umum relatif stabil tanpa lonjakan signifikan.

Beberapa komoditas seperti beras kelas menengah, telur ayam ras, dan bawang merah bahkan tercatat dijual di bawah harga acuan pemerintah.

Pedagang Diimbau Tak Timbun Barang

Selain mengecek harga dan ketersediaan, tim juga memeriksa mutu dan keamanan pangan yang dijual di pasar.

Petugas mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Aspek kebersihan lingkungan dan kondisi infrastruktur pasar juga menjadi perhatian dalam sidak tersebut.

Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas sektor pangan.

“Kegiatan sidak ini merupakan langkah nyata pengawasan harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Dari hasil pengecekan, harga bahan pokok relatif stabil dan sebagian bahkan berada di bawah harga acuan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus bersinergi dengan Bapanas dan pemerintah daerah guna mencegah praktik spekulasi harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga wajar selama Ramadhan.