Rutinitasnya sederhana yaitu dari penginapan ke masjid untuk salat, lalu kembali lagi untuk beristirahat.
“Perjalanan ibadahnya ya seru. Dan ya sudah enggak ada lagi, cuma turun, shalat, turun, shalat, gitu-gitu saja. Waktunya sudah di situ doang. Jadi di Madinahnya cuma pendek banget,” tuturnya.
BACA JUGA: Live Streaming Arus Lalu Lintas Banjarmasin Jelang Haul Guru Zuhdi ke 6
Masih menurut Ruben, dia bersyukur seluruh rangkaian umrahnya berjalan lancar sesuai harapan.
Ia pun berharap doa-doa yang dipanjatkan selama di Tanah Suci dapat diijabah dan membawa keberkahan dalam perjalanan hidupnya ke depan.
Bagi Ruben, sembilan hari di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan religi, melainkan momentum perenungan diri yang begitu mendalam.
Ini adalah sebuah pengalaman spiritual yang sulit dilukiskan, namun sangat membekas di hatinya. (wartabanjar.com/inilah.com)
Editor: Yayu







