WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia menerima bantuan sekitar 100 ton kurma dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud, untuk masyarakat Indonesia menjelang Ramadan 2026.

Bantuan ini merupakan bagian dari alokasi rutin tahunan Kerajaan Arab Saudi yang secara konsisten diberikan kepada Indonesia setiap menjelang bulan suci.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa tahun ini Indonesia kembali memperoleh kurma dengan kualitas terbaik.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas dukungan yang terus diberikan setiap tahun.

“Kurma ini akan segera kami salurkan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya,” ujar Nasaruddin.

Kurma Arab Saudi Punya Makna Khusus bagi Ramadan

Nasaruddin menjelaskan, kurma dari Arab Saudi memiliki nilai simbolis yang kuat bagi masyarakat Indonesia karena identik dengan tradisi berbuka puasa saat Ramadan.

Kurma juga menjadi salah satu makanan sunnah yang banyak dikonsumsi umat Muslim ketika berbuka.

Poin Penting Bantuan 100 Ton Kurma dari Raja Salman

Berikut beberapa poin utama terkait bantuan tersebut:

Waktu dan Jumlah Bantuan
Sebanyak 100 ton kurma premium diserahkan kepada Kementerian Agama RI menjelang Ramadan 2026.

Tujuan Penyaluran
Kurma akan didistribusikan kepada:

Perguruan tinggi agama Islam

Panti asuhan

Lembaga dan kelompok pengurus kegiatan Ramadan

Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN)

Daerah terdampak bencana hidrometeorologi

Agenda Rutin Tahunan
Bantuan ini merupakan program tahunan Kerajaan Arab Saudi sekaligus simbol hubungan strategis yang erat dengan Indonesia.

Penyerahan Secara Simbolis
Bantuan diserahkan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Segera Disalurkan untuk Berbuka Puasa

Kementerian Agama memastikan kurma tersebut akan segera disalurkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai hidangan berbuka puasa selama Ramadan 2026.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad