WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencatatkan capaian membanggakan di sektor pendidikan. Sepanjang 2025, sebanyak 55 satuan pendidikan di daerah ini telah rampung direvitalisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Satuan Pendidikan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Jumlah tersebut menjadikan HST sebagai kabupaten dengan penerima revitalisasi sekolah terbanyak di Kalimantan Selatan, sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Apresiasi terhadap program nasional itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Muhammad Anhar, saat menghadiri Konsolidasi Nasional Pendidikan Tahun 2026, Selasa (10/2/2026). Forum tersebut diikuti oleh kepala dinas pendidikan provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia sebagai ajang penguatan sinergi pelaksanaan program prioritas pendidikan nasional.

Menurut Anhar, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menempatkan pendidikan sebagai strategi utama pembangunan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan daerah untuk beradaptasi dengan kebijakan pemerintah pusat serta keberanian membenahi data secara jujur dan akurat.

“Program prioritas Kemendikdasmen, khususnya Revitalisasi Satuan Pendidikan, terbukti tepat sasaran karena berbasis data dan langsung menyentuh kebutuhan warga sekolah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total 55 satuan pendidikan yang direvitalisasi di HST, terdiri atas 8 PAUD, 21 SD, dan 26 SMP. Seluruh proyek revitalisasi tersebut telah selesai dan kini siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Tak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, program ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Melalui skema swakelola, pembangunan sekolah melibatkan tenaga kerja lokal sehingga mendorong perputaran ekonomi daerah.

“Keterlibatan tenaga kerja lokal bukan hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap satuan pendidikan,” tambah Anhar.

Ia berharap hasil revitalisasi sekolah dapat dijaga dan dirawat bersama agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah merealisasikan anggaran Rp16,9 triliun untuk lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.