WARTABANJAR.COM, TANJUNG- Komisi II DPRD Kabupaten Tabalong melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya ke Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Pulang Pisau, guna mempelajari pengembangan budidaya ikan haruan (gabus) pada Sabtu (7/2/2026).

Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto.

Ia mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong pengembangan sektor perikanan budidaya di Tabalong, khususnya di wilayah selatan Tabalong yang meliputi Kecamatan Kelua, Muara Harus, Pugaan dan Banua Lawas yang dinilai memiliki potensi lahan cukup luas dan cocok untuk pengembangan ikan air tawar, termasuk ikan haruan.

“Tujuan kami datang ke Pulang Pisau adalah untuk belajar langsung tentang pengembangan budidaya ikan haruan, mulai dari perbenihan hingga pembesaran. Harapannya, ilmu yang didapat bisa diterapkan di Tabalong, khususnya di wilayah selatan yang lahannya potensial,” ujar Winarto kepada wartabanjar.com di pressroom DPRD Tabalong, Selasa (10/2)2026).

Menurutnya, selama ini ikan haruan atau gabus merupakan komoditas yang sangat diminati masyarakat Tabalong.

Permintaan pasar yang tinggi dinilai menjadi peluang ekonomi baru bagi petani dan pembudidaya ikan jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.

BACA JUGA: 7 Merek Kurma Tak Terafiliasi Israel yang Bisa Dibeli di Indonesia Selama Bulan Puasa Ramadhan

Tak hanya fokus pada tahap pembesaran, Komisi II DPRD Tabalong juga mendorong agar ke depan petani diberikan pendampingan teknis terkait perbenihan, pengelolaan kolam, pakan, hingga penanganan penyakit ikan.

“Kami ingin budidaya ikan haruan ini tidak setengah-setengah. Petani harus dibekali dari hulu ke hilir, dari perbenihan sampai pembesaran. Kalau ini berhasil, tentu bisa menjadi salah satu sektor perikanan andalan yang menambah pendapatan petani di Tabalong,” tambah politisi Partai PAN Tabalong ini.

Ia berharap, hasil kunjungan kerja komisinya dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait, baik dalam bentuk program pelatihan, pendampingan teknis, hingga dukungan sarana prasarana budidaya perikanan. (wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu