WARTABANJAR.COM – Ormas Islam Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026.
Paham Hisab Muhammadiyah dan Tuntunan Ibadah Bulan Ramadan yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah memberikan pemahaman hal yang membatalkan puasa.
Baca Juga Momen Pemain Persib Eliano Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Thom Haye
Berikut adalah beberapa hal yang membatalkan puasa:
- Makan dan Minum
Hal yang paling jelas membuat puasa batal adalah makan dan minum. Puasa menjadi tidak sah atau batal oleh sebab memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung, seperti menelan makanan, minum air, atau obat, atau juga ber-istinsyaq (memasukkan air ke hidung saat berwudu) yang kebablasan sehingga air masuk ke dalam perut.
Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ
Artinya: “Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar…” [QS. al-Baqarah (2): 187].
- Muntah
Muntah atau mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut merupakan hal-hal yang membatalkan puasa. Muntah menjadi salah satu hal yang membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja.
Hal ini diriwayatkan dalam hadis, yang bunyinya:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ, وَمَنْ اسْتَقَاءَ فَعَلَيْهِ اَلْقَضَاءُ – رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ
Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “Siapa saja yang muntah, maka ia tidak berkewajiban qadha (puasa). Tetapi siapa saja yang sengaja muntah, maka ia berkewajiban qadha (puasa).” [HR Imam Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i].
- Haid







