WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Kabupaten Tanah Laut kini berada dalam sorotan serius. Satlantas Polres Tanah Laut memastikan bahwa wilayah ini mencatat angka kecelakaan lalu lintas tertinggi di Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2025.

Kondisi ini menjadi “rapor merah” bagi keselamatan jalan raya di Bumi Tuntung Pandang, dengan ratusan insiden terjadi dalam setahun terakhir.

Konfirmasi tersebut disampaikan di Pelaihari, Senin (9/2/2026).

103 Kecelakaan Pecah, 53 Nyawa Melayang

Data statistik menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, tercatat total 103 kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Tanah Laut.

Ironisnya, lebih dari separuh korban kecelakaan tersebut berujung pada kematian.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut, IPTU Aditya Dikav, mengungkapkan rincian korban:

53 orang meninggal dunia

13 orang luka berat

128 orang luka ringan

“Mayoritas kecelakaan terjadi di jalan nasional dengan jumlah 72 kejadian, disusul jalan desa 18 kejadian, dan jalan kabupaten 13 kejadian,” jelas IPTU Aditya.

Jam Rawan Maut: Sore Hari Paling Mematikan

Analisis Satlantas menunjukkan bahwa kecelakaan paling sering terjadi pada rentang waktu sore hari.

Rentang pukul 15.00 hingga 18.00 Wita menjadi “jam rawan maut” dengan total 23 kejadian.

Selain itu, pelaku maupun korban didominasi warga lokal Tanah Laut, terutama usia produktif 17 hingga 29 tahun.

Kelalaian Pengendara Jadi Biang Utama

Faktor penyebab kecelakaan paling dominan ternyata bukan kendaraan, melainkan perilaku pengendara.

Kelalaian berkendara menjadi pemicu terbesar dengan total 92 kejadian.

Bentuk kelalaian itu meliputi:

Menyeberang atau berbelok tanpa memperhatikan arus

Melanggar marka dan rambu lalu lintas

Ceroboh saat menyalip

Kurangnya kewaspadaan di jalan

Selain itu, faktor kondisi jalan juga turut berperan:

Jalan berlubang: 6 kejadian

Jalan licin atau tergenang: 5 kejadian

Menariknya, sebagian besar kecelakaan justru terjadi di jalan lurus (85 kejadian), menunjukkan bahwa pengendara sering lengah saat merasa jalur aman.

Satlantas Tanah Laut Siapkan Langkah Penyelamatan 2026

Melihat tingginya angka kematian, IPTU Aditya menegaskan bahwa tragedi ini seharusnya dapat dicegah jika semua pihak memiliki kesadaran kolektif.

“Selama satu tahun terdapat 53 orang meninggal dunia akibat kecelakaan. Angka ini sebenarnya bisa kita tekan dengan tertib berlalu lintas,” ujarnya.