Tak berhenti pada penelitian, Anton kini mulai memproduksi bibit sorgum secara mandiri. Ia menyeleksi benih unggul dari hasil panennya sendiri sebagai langkah awal hilirisasi riset sekaligus berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

Ia berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat melihat pengembangan sorgum sebagai peluang besar.

“Kita punya banyak lahan belum produktif. Jika mendapat dukungan serius, sorgum bisa menjadi produk unggulan baru Kalimantan Selatan yang mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad