DPR RI Singgung Whip Pink yang Disalahgunakan Anak Muda

WARTABANJAR.COM – Tabung Whip Pink jadi bahasan saat rapat kerja (raker) Komisi III DPR RI dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Awalnya, anggota Komisi III dari Fraksi PKB, Abdullah sempat menyinggung perihal anggaran yang dimiliki BNN.

“MBG dengan anggaran Rp350 triliun sekian itu, tapi ini anomali sekali dengan kondisi anggaran BNN yang cuma segini (Rp1,01 triliun). Jadi satu sisi presiden ingin negara ini cerdas satu sisi lain BNN enggak punya taring, enggak punya senjata, alat, kekuatan, ini ada apa?,” tutur Abdullah dikutip, Selasa (3/2).

“Padahal di negara kita apalagi barusan viral kemarin tabung whip pink, etomidate, ketamine itu kan jenis-jenis baru yang memang masyarakat tidak tahu dan tidak paham bahkan etomidate juga baru November kemarin dimasukkan di UU narkotika,” lanjutnya.

Bahkan katanya, saat dia menanyakan kepada BNNP terkait etomidate, belum ada proses cek urin. Sehingga menurutnya, bila BNN meminta anggaran di atas Rp3 triliun, tak akan ada masalah selama tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Oleh karena itu, kalau (BNN) cuma minta anggaran Rp2 triliun sampai Rp3 triliun saya kira kurang, Rp5 triliun agar bapak-bapak ini memang benar-benar, tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa dan pemberantasan narkoba,” tegasnya.

Ia menyebut gaya hidup anak muda sekarang sudah mengalami pergeseran, kalau dahulu anak muda sering ke klub malam, kini justru beralih ke pola hidup sehat seperti olahraga padel atau lari.

“Itu kan hal positif sebenarnya tapi di luar itu jenis-jenis narkoba yang masuk ini juga lebih kreatif dan juga lebih bermacam-macam caranya. Apalagi whip pink itu ternyata kita lihat tabungnya ada tulisan halal (ketawa),” tuturnya.

Baca Juga :   Ungkap Peredaran Sabu 25,65 Gram, Satresnarkoba Polres Kapuas Amankan 2 Pelaku

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca