Curhatan Emil Audero Usai Dilempar Petasan saat Cremonese Vs Inter: Telinga Nyeri, Lutut Terasa Terbakar

WARTABANJAR.COM – Insiden mengejutkan dan berbahaya mencoreng lanjutan Liga Italia musim 2025–2026. Kiper Cremonese, Emil Audero, menjadi korban pelemparan petasan saat timnya menghadapi Inter Milan pada pekan ke-23 Serie A, sebuah peristiwa yang langsung memicu kecaman luas dari publik sepak bola Italia.

Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu (1/2/2026) dini hari WIB, di tengah pertandingan yang mempertemukan Cremonese kontra Inter Milan. Saat itu, tim tuan rumah sudah tertinggal 0-2 setelah Inter unggul lewat gol Lautaro Martinez pada menit ke-16 dan Piotr Zielinski di menit ke-31 babak pertama.

Memasuki babak kedua dan setelah kedua tim bertukar sisi lapangan, Emil Audero yang menjaga gawang di area tribun pendukung Inter tiba-tiba menjadi sasaran pelemparan petasan. Pada menit ke-48, benda tersebut meledak keras di dekat tubuhnya, membuat kiper berusia 29 tahun itu tersungkur di lapangan.

Ledakan tersebut memaksa wasit menghentikan pertandingan sementara. Tim medis langsung masuk ke lapangan untuk memberikan perawatan kepada Audero, yang tampak kesakitan akibat insiden berbahaya tersebut. Meski demikian, kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu tetap melanjutkan pertandingan hingga laga usai, menunjukkan sikap profesional di tengah situasi genting.

Usai laga, Emil Audero akhirnya buka suara. Melalui video yang diunggah akun resmi Cremonese, ia mengungkapkan kondisi terkini sekaligus menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan dari banyak pihak.

“Terima kasih kepada semua yang menghubungi saya dan menanyakan kondisi saya,” ucap Audero.

Ia mengakui ledakan petasan tersebut memberikan dampak fisik yang cukup menyakitkan. “Saya merasakan nyeri yang cukup hebat di telinga, dan lutut saya terasa seperti terbakar,” ungkapnya.