“Nilai impor Kalimantan Selatan pada Desember 2025 mencapai US$130,98 juta. Nilai ini turun sebesar 14,22 persen jika dibandingkan dengan nilai impor November 2025 yang sebesar US$152,70 juta. Bila dibandingkan dengan nilai impor Desember 2024 yang mencapai US$145,30 juta, maka nilai impor Desember 2025 ini turun sebesar 9,85 persen,” ujar Hanief lagi.
Ia menjelaskan lagi, lima kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Desember 2025 yang masuk ke Kalimantan Selatan adalah:
- Kelompok bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$111,23 juta dengan kontribusi sebesar 84,92 persen
- Kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) senilai US$9,44 juta dengan kontribusi sebesar 7,21 persen
- Kelompok kapal, perahu dan struktur terapung (HS 89) senilai US$2,55 juta dengan kontribusi sebesar 1,94 persen
- Kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) senilai US$2,28 juta dengan kontribusi sebesar 1,74 persen
- Kelompok bahan kimia organik (HS 29) senilai US$2,27 juta dengan kontribusi sebesar 1,74 persen dari total impor Desember 2025.
“Nilai total kelima komoditas terbesar tersebut adalah US$127,77 juta dengan kontribusi sebesar 97,55 persen dari total impor Desember 2025.
Nilai ini, bebernya, turun sebesar 14,45 persen dibandingkan total kelimanya pada November 2025 yang sebesar US$149,34 juta.
Impor Kalimantan Selatan pada Desember 2025 menurut negara asal tertinggi adalah dari Singapura dengan nilai US$53,28 juta, turun sebesar 16,96 persen dibandingkan pada November 2025 yang sebesar US$64,16.
Kemudian diikuti oleh impor dari Malaysia yang mencapai US$39,59 juta, disusul impor dari India dengan nilai US$22,96 juta, impor dari Tiongkok sebesar US$14,74 juta, dan impor dari Kanada sebesar US$0,15 juta,” pungkasnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







