WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Tanjung dan sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tabalong terpantau masih relatif stabil dan terkendali. Hingga kini, belum terlihat adanya lonjakan harga signifikan pada mayoritas komoditas pangan utama yang biasa menjadi kebutuhan masyarakat.

Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Tabalong memastikan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif guna menjaga kestabilan harga sekaligus menjamin ketersediaan stok bahan pokok di pasaran.

Kepala Bidang Perdagangan dan Kemeterologian DKUPP Tabalong, Noviana Eredha, menyampaikan bahwa secara umum situasi harga menjelang Ramadhan masih aman dan belum menunjukkan gejolak yang mengkhawatirkan.

“Secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Sampai saat ini belum ada lonjakan harga yang dipicu momen Ramadhan,” ujarnya.

Meski demikian, satu komoditas yang menjadi sorotan adalah cabai rawit hijau. Harga cabai jenis ini dilaporkan melonjak cukup tajam dalam beberapa minggu terakhir. Kenaikan tersebut bukan disebabkan oleh meningkatnya permintaan jelang Ramadhan, melainkan akibat berkurangnya pasokan dari petani lokal.

Menurut Noviana, hasil panen cabai dari petani tidak optimal sehingga pasokan ke pasar menurun drastis. Kondisi ini mendorong harga cabai rawit hijau meroket hingga menyentuh angka sekitar Rp85 ribu per kilogram, dari harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga komoditas protein hewani seperti daging segar masih berada pada level yang relatif aman, yakni sekitar Rp160 ribu per kilogram. Harga ayam ras dan telur ayam juga terpantau stabil tanpa adanya kenaikan berarti.

Untuk komoditas sayuran lainnya, seperti kol dan wortel, serta bahan pangan yang didatangkan dari luar daerah seperti bawang merah, stok di pasaran dinilai masih mencukupi dan harga tetap terkendali.