WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Fenomena tak biasa terjadi di aliran Sungai Barito, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sejumlah ikan ditemukan dalam kondisi lemas hingga seperti “teler”, membuatnya mudah ditangkap warga, Minggu (25/1/2026) malam.

Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah sebuah video beredar di media sosial. Dalam unggahan akun @info_banjarmasin, terlihat warga berbondong-bondong mengambil ikan dalam jumlah besar, bahkan beberapa di antaranya berukuran raksasa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti ikan-ikan tersebut muncul ke permukaan dan mudah ditangkap.

Dugaan Penyebab Ikan “Teler”

Menurut penjelasan para pakar lingkungan perairan, kondisi ikan yang terlihat lemas, bergerak lamban, hingga megap-megap di permukaan air umumnya menandakan kekurangan oksigen terlarut atau hipoksia.

Beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu kondisi tersebut antara lain:

Kekurangan Oksigen Terlarut
Kondisi ini menjadi penyebab paling umum. Suhu air yang meningkat dapat menurunkan kadar oksigen, sementara metabolisme ikan justru meningkat sehingga kebutuhan oksigen lebih besar. Selain itu, pada malam hingga dini hari, kadar oksigen di perairan alami cenderung menurun karena tumbuhan air tidak melakukan fotosintesis.

Penurunan Kualitas Air
Peningkatan kadar amonia atau nitrit akibat limbah organik dapat meracuni ikan dan merusak insang, sehingga ikan kesulitan bernapas meskipun oksigen tersedia. Perubahan pH air yang drastis juga dapat menyebabkan stres berat pada ikan.

Penyakit dan Infeksi
Gangguan pada insang akibat parasit, bakteri, atau jamur dapat menghambat proses pernapasan. Selain itu, penyakit gelembung renang membuat ikan kehilangan keseimbangan dan terlihat mengapung lemas.

Faktor Alam dan Lingkungan
Perubahan suhu air secara ekstrem, arus pasang surut, hingga perubahan kondisi lingkungan secara mendadak juga dapat memicu ikan naik ke permukaan dalam kondisi tidak normal.

Waspada Dampak Lingkungan

Fenomena ikan teler di perairan umum seperti sungai patut menjadi perhatian serius. Selain berpotensi merugikan ekosistem, kondisi ini juga bisa menjadi indikator awal terjadinya pencemaran atau gangguan kualitas air.