Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan periode kelam di berbagai negara besar, saat “baron-barom perampok” merajalela dan menguasai sumber daya negara.
“Mungkin di banyak negara Anda pernah ada periode seperti ini, periode para baron perampok. Itu juga terjadi di Indonesia, dan sekarang kami sedang menumpasnya,” tegas Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo mengungkap bahwa sejumlah pengusaha serakah tersebut dinilai tidak menghormati kedaulatan negara dan menganggap pejabat pemerintah bisa dibeli dengan uang.
“Saya mendapat laporan, ada di antara mereka yang berkata, ‘Tidak apa-apa, tidak ada pejabat pemerintah yang tidak bisa dibeli’,” ungkapnya.
Namun Prabowo dengan tegas menantang anggapan tersebut.
“Saya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya. Mereka akan terkejut,” tutupnya, disambut perhatian serius forum internasional tersebut.
Pernyataan Prabowo di Davos ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berada di jalur penegakan hukum tanpa kompromi, sekaligus pesan kepada dunia bahwa praktik ekonomi rakus tidak lagi mendapat ruang di bawah kepemimpinannya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







