WARTABANJAR.COM, RANTAU – Kehebohan warga Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, yang sempat diresahkan oleh temuan tengkorak misterius akhirnya terjawab. Kepolisian Resor (Polres) Tapin memastikan bahwa tengkorak yang sempat viral di media sosial tersebut bukan tengkorak manusia.

Video penemuan tengkorak yang beredar luas di media sosial memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Menindaklanjuti keresahan itu, pihak kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan warga pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.

Kasi Humas Polres Tapin, Ipda Imam Subhan, mengatakan anggota Polsek Tapin Selatan langsung mendatangi lokasi kejadian begitu laporan diterima.

“Anggota kami segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi,” ujarnya di Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin, Rabu (21/1/2026).

Tak berhenti di situ, Polres Tapin juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Biddokkes Polres Tapin serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kalimantan Selatan guna memastikan secara ilmiah jenis tengkorak yang ditemukan.

“Bagian tengkorak telah kami amankan sebagai barang bukti, dan sejumlah saksi di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan untuk mendukung proses penyelidikan,” jelas Ipda Imam.

Hasil Awal: Bukan Tengkorak Manusia

Dokter Biddokkes Polres Tapin, dr. Julita Maulidina, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tengkorak tersebut tidak sesuai dengan struktur tengkorak manusia.

“Ukuran tengkorak relatif kecil dan tidak sesuai dengan ukuran kepala manusia, bahkan untuk bayi sekalipun,” terangnya.

Ia menjelaskan, bagian atas tengkorak telah menyatu rapat, berbeda dengan tengkorak bayi manusia yang seharusnya belum menyatu. Selain itu, ditemukan gigi geraham atas, yang menurutnya tidak mungkin terdapat pada kepala bayi manusia.

“Struktur rahangnya juga lebih melengkung dan menyerupai binatang, bukan manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Julita menambahkan bahwa tulang tengkorak bagian samping memiliki celah yang cukup lebar, berbeda dengan tengkorak manusia yang umumnya rapat.

“Berdasarkan ciri-ciri tersebut, kami menduga tengkorak ini merupakan tengkorak binatang, kemungkinan besar sejenis simpanse,” tambahnya.