Kontras dengan Kaltim! Rest Area Perbatasan Kalsel–Kaltim di Tabalong Dipenuhi Semak, Bupati: Tahun Ini Selesai
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Harapan warga yang kerap melintas di perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur akhirnya mulai menemukan titik terang. Pembangunan Rest Area Perbatasan Kalsel–Kaltim di Desa Lano, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, yang sempat terkesan mangkrak, ditargetkan tuntas pada tahun 2026.
Proyek yang dikerjakan menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Selatan itu memang bukan kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Tabalong. Namun, kondisi bangunan yang terbengkalai dan mulai ditumbuhi semak-semak mendorong Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, turun tangan mempercepat penyelesaiannya.
Bupati Jemput Bola ke Provinsi
Orang nomor satu di Tabalong itu mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Selatan untuk memastikan kelanjutan proyek strategis tersebut.
“Saya sudah ke Dinas Pekerjaan Umum Kalsel, insya Allah akan dibangun,” ujar Bupati yang akrab disapa H. Fani, saat melakukan kunjungan ke kawasan perbatasan beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, penyelesaian rest area tersebut akan dimaksimalkan agar dapat rampung paling lambat tahun 2026.
“Terus dimaksimalkan tahun ini selesai,” tegasnya.
Kontras di Perbatasan, Keluhan Warga Menguat
Kondisi rest area yang belum selesai turut menjadi perhatian warga yang sering melintas di jalur penghubung Kalsel–Kaltim. Salah satunya Kamtari, warga Muara Komam, Kalimantan Timur, yang rutin melintasi kawasan tersebut untuk berdagang.
“Saya sering ke Jaro maupun ke Tanjung tiap Minggu berdagang. Saya heran, rest area di wilayah Kaltim terlihat rapi dan tertata, tapi setelah masuk Kalsel bangunannya tak kunjung selesai, malah ditumbuhi semak-semak,” tuturnya kepada Wartabanjar.com, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut cukup kontras dan memberi kesan kurang sedap bagi pendatang yang melintas antarprovinsi.
Disiapkan Jadi Pintu Gerbang IKN
Di sisi lain, percepatan pembangunan kawasan perbatasan dinilai sangat krusial. Kecamatan Jaro diproyeksikan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), seiring rencana operasional penuh IKN yang diperkirakan mulai berjalan pada 2028.