Kondisi rest area yang belum selesai turut menjadi perhatian warga yang sering melintas di jalur penghubung Kalsel–Kaltim. Salah satunya Kamtari, warga Muara Komam, Kalimantan Timur, yang rutin melintasi kawasan tersebut untuk berdagang.
“Saya sering ke Jaro maupun ke Tanjung tiap Minggu berdagang. Saya heran, rest area di wilayah Kaltim terlihat rapi dan tertata, tapi setelah masuk Kalsel bangunannya tak kunjung selesai, malah ditumbuhi semak-semak,” tuturnya kepada Wartabanjar.com, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut cukup kontras dan memberi kesan kurang sedap bagi pendatang yang melintas antarprovinsi.
Disiapkan Jadi Pintu Gerbang IKN
Di sisi lain, percepatan pembangunan kawasan perbatasan dinilai sangat krusial. Kecamatan Jaro diproyeksikan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), seiring rencana operasional penuh IKN yang diperkirakan mulai berjalan pada 2028.
Dengan posisi strategis tersebut, berbagai infrastruktur penunjang, termasuk rest area perbatasan, dituntut untuk segera dibenahi agar mampu mendukung arus mobilitas, perdagangan, dan citra daerah.
Pemerintah daerah berharap rampungnya rest area ini tidak hanya memperindah wajah perbatasan, tetapi juga menjadi simpul ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.(wartabanjar.com/Suhardi)
editor: nur_muhammad







