Berdasarkan arsip surat kabar Belanda Twente Newspaper edisi 24 Januari 1959, Indonesia tercatat memainkan enam laga persahabatan melawan Bulgaria—yang saat itu berada di bawah pemerintahan komunis Uni Soviet—dengan hasil empat kekalahan dan dua kali imbang. Namun, rincian skor seluruh pertandingan tidak disebutkan.

Kericuhan dalam laga-laga tersebut diduga dipicu kepemimpinan wasit yang dinilai buruk, serta sikap penonton yang terus mencemooh tim Bulgaria. Aparat kepolisian pun menurunkan personel tambahan pada dua pertandingan terakhir, termasuk pengamanan di hotel tempat skuad Bulgaria menginap.

Media Belanda lainnya, Het Binnenhof edisi 24 Januari 1959, juga memberitakan insiden serupa. Namun, media tersebut menggunakan judul bernada sindiran, “Prettig Voetbal in Indonesie” atau “Sepak Bola yang Menyenangkan di Indonesia”.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad