WARTABANJAR.COM,BANJARMASIN — Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah pada hari ke-20 operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8. 

Kedua jenazah telah dievakuasi bersama empat jenazah yang sebelumnya ditemukan namun belum sempat dievakuasi.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas, Bram Madya Temara, saat konferensi pers di Posko SAR Nasional KM Virgo Transport 8, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Jumat (2/10/2026) malam.

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya Sebut Sekda Salah Bicara, Penanganan Karhutla Pakai Anggaran Tak Terduga

Baca juga: 5 Bus Listrik Tambahan Armada Trans Banjarbakula Mulai Beroperasi 1 Oktober 2026

Bram mengatakan, pada hari ke-20 operasi SAR, tim memaksimalkan pencarian melalui metode penyisiran dan pengamatan di permukaan air. 

Pencarian tersebut dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangkaraya dengan menyisir wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di sekitar Tanjung Puting.

“Untuk hasil hari ini terlaporkan ada dua jenazah yang ditemukan dan sudah dievakuasi bersama dengan sisa jenazah kemarin yang belum sempat dievakuasi,” kata Bram.

Menurutnya, dari Pangkalan Bun telah diberangkatkan enam paket jenazah. 

Jumlah tersebut terdiri atas empat paket yang sebelumnya ditemukan dan dua paket jenazah yang ditemukan dalam pencarian hari ke-20.

Sementara itu, operasi SAR akan dilanjutkan pada hari ke-21. 

Tim masih akan melakukan pencarian menggunakan metode penyisiran di permukaan air berdasarkan dugaan arah pergerakan korban.

Bram menjelaskan, metode penyelaman masih dalam tahap evaluasi. 

Tim penyelam telah memaksimalkan pencarian di dalam badan kapal, terutama pada lokasi-lokasi yang dinilai memungkinkan untuk diselami secara aman.

“Tempat-tempat ataupun lokasi-lokasi di badan kapal yang memungkinkan secara aman dilaksanakan penyelaman itu sudah disisiri semua. Dengan hasil sampai kemarin terakhir penyelaman masih nihil,” ujarnya.

Karena itu, pencarian sementara difokuskan pada wilayah perairan yang diperkirakan menjadi arah pergerakan korban.