Seruan kepada CAF

Melalui pernyataan terbuka ini, FSF mendesak CAF dan panitia lokal untuk segera mengambil langkah korektif guna menjamin perlakuan setara, keamanan, dan integritas kompetisi.

FSF menegaskan bahwa komplain ini disampaikan demi transparansi serta untuk melindungi kepentingan Timnas Senegal, bukan untuk menciptakan polemik menjelang final.

Maroko sendiri dipastikan kembali mendapat dukungan masif publik tuan rumah, sebagaimana yang mereka rasakan sejak fase grup hingga semifinal. Laga final ini pun sarat gengsi, mengingat Maroko sudah menanti gelar juara Afrika selama 50 tahun, sementara Senegal terakhir kali mengangkat trofi pada 2021.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad