WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Suasana lomba dayung dalam rangka Festival Budaya Habaring Hurung (FBHH) 2026 di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mendadak berubah mencekam. Seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul ke permukaan air, tepat di area lintasan perlombaan, Minggu (11/1/2026).

Dalam video yang beredar luas di media sosial Instagram, buaya tersebut terlihat mengapung dengan tenang di tengah sungai. Panjang tubuhnya diperkirakan mencapai sekitar tiga meter, cukup untuk membuat peserta lomba dan penonton terdiam dalam ketegangan.

Kemunculan reptil liar itu sontak memicu kepanikan ringan. Beberapa peserta lomba tampak memperlambat laju perahu mereka, sementara warga di tepi sungai langsung mengarahkan kamera ponsel untuk merekam momen langka sekaligus menegangkan tersebut.

Sorak sorai yang sebelumnya memenuhi area perlombaan berubah menjadi teriakan peringatan. Warga saling mengingatkan agar peserta tetap waspada dan menjaga jarak dari titik kemunculan buaya.

Meski tidak terjadi insiden, kehadiran predator sungai tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Banyak netizen menyebut peristiwa ini sebagai bukti bahwa Sungai Mentaya masih menjadi habitat alami buaya, sehingga kegiatan di perairan perlu selalu mengutamakan faktor keselamatan.

Sebagai informasi, lomba dayung ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Habaring Hurung 2026 yang digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur. Festival tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata tahunan di Sampit.

Peristiwa kemunculan buaya ini pun menambah warna tersendiri dalam perayaan FBHH 2026, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad