Ia menegaskan, keberhasilan penegakan hukum bukan lagi satu-satunya tolok ukur kebanggaan. Yang lebih utama adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

“Resolusi 2026 adalah perubahan kultur. Polantas harus tersenyum, tegas, bijaksana, dan tidak transaksional. Kita bangga jika masyarakat tertib karena sadar, bukan karena takut,” katanya.

Irjen Agus juga mengingatkan, setiap pelanggar lalu lintas harus diperlakukan sebagai sahabat yang perlu diedukasi, bukan sebagai musuh. Ia kembali menegaskan slogan yang menjadi ruh perubahan Korlantas, yakni “Senyum Polantas adalah Marka Utama”.

Apresiasi Pos Induk Cikampek

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Agus memberikan apresiasi khusus kepada jajaran Pos Induk Cikampek, terutama kepada Kepala Induk PJR Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha. Ia menilai, keberhasilan pengamanan berbagai operasi besar, termasuk Ops Nataru, menjadi bukti dedikasi tinggi personel di lapangan.

Menutup arahannya, Kakorlantas mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan pengelola jalan tol serta instansi terkait. Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 tidak mungkin dicapai tanpa koordinasi yang solid.

“Tidak ada arogansi. Datangi, komunikasi, dan cari solusi bersama. Kita hadir untuk melayani masyarakat yang akan menyambut Ramadan dan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad