“Kami hanya menyerap gabah yang benar-benar matang dan cukup umur panen. Gabah yang masih hijau tidak dapat kami terima karena berpengaruh terhadap kualitas beras,” jelas Riza.
Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya agar beras yang disalurkan kepada masyarakat, baik melalui program stabilisasi harga maupun bantuan sosial, tetap layak konsumsi.
Dengan pengelolaan stok dan distribusi yang terencana, Bulog Barabai optimistis pasokan beras dapat terjaga hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
“Masyarakat kami imbau agar berbelanja secukupnya dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sehingga kondisi pasar tetap kondusif,” pungkasnya.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur_muhammad







