“Program ini kami hadirkan untuk menjangkau anak-anak di wilayah pesisir, pulau kecil, dan daerah terpencil. Harapannya, minat baca meningkat, wawasan bertambah, serta kesadaran menjaga lingkungan laut tumbuh sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Perpustakaan Apung juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat nelayan. Selain literasi, anak-anak dibekali pemahaman tentang keselamatan berlayar dan pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Kami ingin program ini memberi manfaat nyata sekaligus membangun kepercayaan serta kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir,” tambahnya.
Melalui inovasi ini, anak-anak pesisir Tanah Laut diharapkan tumbuh sebagai generasi cerdas, peduli lingkungan, dan siap menjadi pelindung sumber daya laut di masa depan. Perpustakaan Apung bukan sekadar kapal, tetapi simbol harapan baru bagi pendidikan di wilayah perairan.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur_muhammad







